SISTEM INFORMASI PENJUALAN

Posted: Juli 14, 2008 in Tak Berkategori

BAB I

PENDAHULUAN

 

•1.1.            Latar Belakang

Kehidupan dalam era globalisasi informasi sekarang ini, sistem komputerisasi memegang peranan penting. Hampir semua segi kehidupan dari seluruh instansi baik pemerintah maupun swasta menggunakan komputer sebagai alat bantu untuk memudahkan pekerjaan sehari-hari. Dengan bantuan komputer pekerjaan yang semula terasa sulit akan dengan mudah diselesaikan dengan cepat dan akurat.

CV. Bintang Selatan adalah sebuah usaha keluarga yang bergerak dalam bidang penjualan alat bangunan, didirikan oleh Bapak Jhon Nery. Dengan semakin meningkatnya permintaan bahan bangunan pasca tsunami seperti sekarang ini, maka selayaknya CV. Bintang Selatan yang dalam kegiatannya untuk dapat menggunakan sistem komputerisasi, sehingga informasi yang diperlukan dapat diperoleh dengan cepat dan tepat, baik itu dalam pengecekan stok barang, menghitung berapa banyak barang yang terjual, dan dalam proses pembuatan laporan. Hal tersebut hingga sekarang ini belum dapat diperoleh,  karena pada saat ini komputer yang digunakan hanya untuk kegiatan pengetikan saja, seperti lampiran stok barang dan order pesanan. Berdasarkan hal tersebut maka penulis tertarik untuk menganalisis sistem tersebut yang penulis tuangkan kedalam sebuah tugas yang berjudul “Sistem Informasi Penjualan Pada CV. Bintang Selatan Banda Aceh”..

 

•1.2.            Tujuan Penelitian

Setiap menganalsis sistem yang dilakukan didasari atas tujuan tertentu yang harus dicapai dan dipenuhi. Adapun tujuan dari menganalsis sistem ini adalah adalah :

  • a. Untuk mengetahui gambaran yang jelas bagaimana sistem pengolahan data yang diterapkan pada CV. Bintang Selatan Aceh Besar.
  • b. Mempercepat dalam proses penyusunan laporan.
  • c. Sebagai pengalaman dan nilai tambah yang sangat berharga yang dapat digunakan untuk memperluas pengetahuan penulis, dan sebagai syarat untuk tugas mata Kuliah Konsep Sistem Informasi pada Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Abulyatama Aceh.

 

•1.3.            Batasan Masalah

Sesuai dengan judul yang penulis buat yaitu “Sistem Informasi Penjualan Pada CV. Bintang Selatan Banda Aceh”, maka penulis perlu membatasi masalah yang akan dibahas yaitu hanya mengenai masalah penjualan bahan bangunan saja, agar tidak bertentangan antara judul dengan isi yang yang penulis buat.

 

•1.4.            Metode Penelitian

Didalam tahap pengumpulan data ada dua metode yang penulis lakukan Yaitu:

 

  • a. Studi lapangan

Didalam studi lapangan ini penulis menggunakan dua teknik yaitu :

  1. Observasi, dalam tahap pengumpulan data ini penulis meninjau langsung pada CV. Bintang Selatan untuk mendapat gambaran yang nyata tentang perusahan tersebut.
  2. Wawancara, dalam tahap ini penulis mewawancarai langsung pimpinan serta karyawan CV. Bintang Selatan khususnya para karyawan pada bagian penjualan.
  • b. Studi Pustaka, dilakukan untuk melengkapi penelitian yang sudah diperoleh dari CV. Bintang Selatan tersebut dengan masalah yang sedang diteliti.

 

•1.5.            Sistematika Penulisan

Dalam menganalisis sistem ini penulis akan menguraikan secara sistematis, isinya berdasarkan bab demi bab agar mudah dipahami dan dimengerti.

BAB I PENDAHULUAN : Bab ini membahas tentang latar belakang, tujuan Penelitian, batasan masalah, metode Penelitian dan sistematika Peulisan.

BAB II TINJAUAN KEPUSTAKAAN : Bab membahas beberapa tinjauan pustaka yang berisikan, pengertian dasar sistem, konsep dasar informasi, pengertian sistem informasi manajemen, konsep sistem informasi, konsep diagram arus data, konsep database manajemen sistem,  sistem informasi  penjualan.

BAB III ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN : Bab ini membahas tentang analisis organisasi, analisis masalah, analisis masukan, analisis keluaran, analisis proses,  analisis waktu, analisis tenaga kerja, dan analisis biaya.

BAB IV PENUTUP : Bab ini berisikan kesimpulan dan saran-saran dari pembahasan Analis Sistem ini.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

•2.1.            Konsep Dasar Sistem

Sistem adalah suatu susunan yang teratur dari kegiatan-kegiatan yang saling bergantungan dan prosedur-prosedur yang saling berhubungan, yang melaksanakan dan memindahkan pelaksanaan kegiatan dari suatu organisasi.

Lucas (1987:5) mengemukakan secara sederhana suatu sistem dapat diartikan sebagai kumpulan suatu himpunan dari unsur komponen  atau variabel-variabel yang saling tergantung satu sama lain.

Selanjutnya Gordon B. Davis (1995:68) mandefinisikan bahwa, sebuah sistem terdiri dari bagian yang saling berkaitan dan beroperasi bersama untuk mencapai suatu maksud. Sebuah sistem bukanlah seperangkat unsur yang tersusun secara tidak teratur, tetapi terdiri unsur yang dapat dikenal sebagai saling melengkapi karena suatu maksud, tujuan dan sasaran.

Dari definisi yang dikemukakan para ahli tersebut, dapat dijelaskan bahwa sistem merupakan suatu komponen-komponen yang saling berhubungan satu sama lainnya, dimana komponen tersebut mempunyai sub-sub komponen  berinteraksi satu sama lainnya untuk mencapai tujuan tertentu dalam suatu organisasi.

 

 

 

•2.2.            Konsep Dasar Informasi

Pada umumnya sistem Informasi manajemen pada sebuah perusahaan memiliki perbedaan, hal ini dipengaruhi oleh perbedaan tugas  dan pekerjaan serta tujuan kantor/perusahaan itu sendiri.

Informasi merupakan suatu hasil akhir yang diperoleh dari pengolahan data. Menurut Jogianto (1995:8) mengatakan bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.  Kualitas dari sistem informasi dapat diperoleh dari tiga hal seperti berikut :

  • a. Akurat dan bermakna bahwa informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan, serta informasi harus lebih jelas mencerminkan maksudnya.
  • b. Tepat pada waktunya, bahwa informasi yang datang kepenerima diharapkan tidak boleh terlambat. Informasi yang terlambat datang bahkan usang dan tidak akan mempunyai nilai karena merupakan landasan dalam pengambilan keputusan.
  • c. Relevan, bahwa informasi tersebut mempunyai manfaat bagi pemakainya.

Pengertian manajemen menurut pendapat Ajitmo Sudirjo, (1992:28) mengemukakan bahwa manajemen adalah : “menyelenggarakan sesuatu mengerakkan orang-orang, uang, mesin-mesin dan alat-alat sesuai dengan kebutuhannya”.

Setelah diketahui pengertian sistem informasi dan manajemen maka pengertian sistem informasi adalah “serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinir secara rasional terpadu yang mampu menyalurkan data, sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara meningkatkan produktifitas yang sesuai dengan sifat atau gaya manajer atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan”.

•2.3.            Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen

Tujuan dari sebuah sistem informasi manajemen adalah untuk mengintegrasikan semua sistem informasi dalam  organisasi dan untuk memonitor kegiatan-kegiatan dalam perusahaan agar lebih mudah mengetahui apakah kegiatan terus berjalan sebagaimana mestinya dan telah berimbang.

Sebuah sistem informasi manajemen berhubungan organisasi dan manusia serbagai pengelolanya, oleh sebab itu pemahaman utuh terhadap sistem informasi keorganisasian berdasarkan komputer harus juga termasuk memahami konsep berhubungan dengan informasi, pemakai informasi, serta nilai sebuah informasi.

Menurut Davis B. Gordon, (1995:14) konsep pokok dari sebuah sistem informasi manajemen adalah sebagai berikut:

  • a. Konsep Informasi

Informasi menambah suatu penyajian, yaitu sehubungan dengan mutu informasi.

  • b. manusia sebagai pengolah data

Kemampuan sebagai pengolah informasi menentukan sebuah keterbatasan dalam sistem informasi dan mengesan dasar-dasar rancangan mereka.

  • c. Konsep Sistem

Karena sistem informasi manajemen merupakan sebuah sistem, maka konsep sistem dipandang perlu untuk memahami dan merancang rancangan pada pengembangan sistem informasi.

 

 

  • d. Konsep Informasi dan manajemen

Sistem Informasi berada dalam sebuah sistem organisasi dan dirancang untuk mendukung fungsi manajemen.

  • e. Rancangan sistem informasi manajemen, bukan hanya mencerminkan rancangan rasional terhadap organisasi, tetapi juga perilaku pengambilan keputusan dalam organisasi.
  • f. Nilai informasi

Informasi mengubah keputusan, perubahan dalam nilai hasil akan menentukan informasi.

 

•2.4.            Diagram Arus Data

Diagram arus data sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika. Jogianto (1999:700) mengatakan bahwa diagram sebagai diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari sistem.

Ada beberapa simbol yang digunakan Diagram Arus Data (DAD) untuk mewakili :

  • a. External entity, merupakan kesatuan luar atau boundari (batas sistem) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan-lingkunagan luarnya. Kesatuan luar merupakan kesatuan lain yang berada dilingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem. Kesatuan luar diberi simbol dengan persegi empat.

 

 

 

 

 
 

Gambar I : External Entity (Kesatuan luar)

 

  • b. Data Flow.

Arus Data di DAD diberikan simbol suatu panah. Arus Data ini mengalir diantara proses (process), simpanan data dan kesatuan luar (external entity), arus data ini dapat berupa masukan dari suatu sistem atau hasil dari suatu sistem.

 
 

                                                   

Gambar 2. Data Flow (Arus Data Dua Arah)

 

 

  • c. Proses (process)

Suatu proses adalah suatu kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dan hasil suatu data yang masuk kedalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Suatu proses dapat ditunjukkan dengan simbol lingkaran atau dengan simbol empat persegi panjang tegak dengan sudut.

 

 

IDENTIFIKASI 

NAMA     PROSES

 
 

                                                     Atau

                                                                                                            

 

Gambar 3. Simbol Proses

 

  • d. Data store (simpanan data).

Data store digunakan untuk menyimpan hasil proses maupun data untuk diproses. Gambar data store disimbolkan dengan sepasang garis horizontal paralel yang tertutup disalah satu ujungnya.

MEDIA
NAMA ARUS DATA

 

 
 

Gambar 4. Data Store (Simpanan Data)

 

•2.5.            Konsep Database Manajemen Sistem

Menurut Murdik (1990:18) data biasanya direkam dalam media perekaman yang berbentuk suatu koleksi data atau lebih dikenal dengan Database dan memerlukan pengolahan tertentu agar dapat menghasilkan informasi. Suatu Database Manajemen Sistem berisikan suatu koleksi data yang saling berelasi dan set program untuk mengakses data tersebut. Jadi DBMS terdiri dari Database dan set program pengelola yang dapat melaksanakan  tugas-tugas manajemen  terhadap data seperti menambah data, mengoreksi data, menghapus data maupun menampilkan informasi dari data-data yang ada baik kelayar atau media tertentu.

Suatu Database Manajemen Sistem dibutuhkan elemen Database data sebagai berikut:

  • a. Entity, merupakan orang, tempat kejadian atau konsep yang informasinya direkam
  • b. Atribute. Setiap entity mempunyai atribut atau sebutan mewakili suatu entity dan suatu objek mempunyai suatu atribut yang mengetahui ciri dari objek tersebut.
  • c. Data Value, adalah data aktual atau yang disimpan pada setiap elemen atau atribut.
  • d. Record, sering juga disebut tuple yang merupakan elemen – elemen yang saling berkaitan menginformasikan suatu entity secara lengkap.
  • e. File, merupakan kumpulan record-record sejenis yang mempunyai elemen yang sama, atribut yang sama namun berbeda data valuenya adalah suatu file data.
  • f. Database, suatu database atau koleksi data terbentuk dari kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu dengan yang lainnya sehingga membentuk suatu bangunan data.

 

•2.6.            Sistem Informasi Penjualan

Penjualan adalah transaksi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk menyampaikan barang kebutuhan yang telah dihasilkan kepada mereka yang membutuhkan dengan imbalan uang yang telah ditetapkan atas persetujuan bersama.

Paul Preston (1994:34) mengatakan penjualan berarti berkumpul seorang penjual dan pembeli dengan tujuan melaksakan tukar menukar barang dan jasa berdasarkan pertimbangan yang berharga seperti uang.

Seorang penjual tidak hanya memberikan barang atau jasa kepada pembeli, tetapi seorang penjual harus bisa melayani pembeli dengan baik, dan mampu meyakini pembeli dengan produk yang mereka tawarkan, sehingga dapat memberikan rasa percaya pada pembeli apa yang ditawarkannya.

Pada umumnya penjualan dibagi atas dua jenis yaitu :

  • a. Penjualan Tunai
  • b. Penjualan Kredit

Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan penjualan adalah :

  • a. Kondisi dan kemampuan penjualan.
  • b. Kondisi pasar.
  • c. Modal.
  • d. Kondisi organisasi perusahaan.
  • e. Faktor lain seperti iklan dan pemberian hadiah/bonus.

Pada dasarnya penjualan dengan pemasaran itu sama, hanya pada konsepnya saja yang berbeda. Konsep penjualan apabila pada sebuah perusahaan membuat produk dan kemudian mengunakan aneka metode penjualan untuk membujuk konsumen untuk membeli produknya. Sedangkan pada konsep pemasaran perusahaan menjajaki apa yang diinginkan oleh konsumen dan berusaha mengembangkan produksi yang akan memuaskan keinginan konsumen dan sekaligus memperoleh laba.

BAB III

ANALISIS SISTEM YANG SEDANG BERJALAN

 

•3.1.         Analisis Organisasi

Pada sebuah perusahaan baik itu instansi pemerintah maupun swasta struktur organisasi sangat dibutuhkan demi kelancaran produktifitas kerja, dan untuk memperjelas antara wewenang dan tangung jawab. Pada CV. Bintang Selatan struktur organanisasi dan juga tugas-tugasnya dapat terlihat pada uraian dibawah ini:

  • a. Direktur

Direktur mempunyai tugas dan tanggung jawab atas  kreatifitas perusahaan atau operasional secara keseluruhan serta membuat rencana kerja yang akan dilakukan bersama Manajer bagian beserta seluruh bawahannya.

  • b. Wakil Direktur

Tugasnya membantu Direktur dalam segala kegiatannya.

  • c. Bagian Penjualan

Tugasnya adalah:

  • i) Merencanakan, mengadakan penelitian pasar dalam hal kebutuhan langganan terhadap perusahaan.
  • ii) Merencanakan terhadap penjualan baik penjualan rutin ataupun penjualan tender.
  • d. Bagian Gudang dan Pengiriman

14

Tugasnya adalah :

  • i) Menerima, mencatat barang-barang yang masuk/keluar dari gudang.
  • ii) Mengeluarkan dan mencatat barang apabila ada permintaan dari bagian penjualan.
  • iii) Menjaga dan mengatur tata letak barang digudang.
  • iv) Mengantar barang kepelanggan sesuai permintaan pelanggan.

Untuk lebih jelasnya,struktur organisasi CV. Bintang Selatan dan hubungan antara pimpinan.

 

•3.2.         Analisis Masalah

Dengan semakin meningkatnya permintaan bahan bangunan pasca tsunami seperti sekarang ini pada CV. Bintang Selatan, untuk setiap kegiatan dalam perusahaan bertambah pula. Hal ini sering menyebabkan beberapa masalah, diantaranya :

  • a. Butuh waktu yang lama dalam pembuatan laporan, baik itu laporan harian, bulanan serta tahunan dan juga dalam mengakses setiap order pesanan karena harus melakukan pengecekan barang kegudang, apalagi permintaan barang dalam jumlah besar.
  • b. Sulitnya mengetahui berapa banyak barang yang sudah terjual dan berapa banyak sisa yang masih tersedia digudang.
  • c. dalam penyusunan laporan membutuhkan tenaga kerja lebih dari satu orang, sebagai asisten penyusunan laporan.
  • d. Kemungkinan besar terjadi kasalahan dalam perhitungan data untuk pembuatan laporan.

 

•3.3.         Analisis Masukan

Sistem penjualan yang terjadi pada CV. Bintang Selatan sekarang ini menggunakan masukan sebagai berikut :

  • a. Faktur Barang

Fungsinya              : Sebagai bukti pengiriman barang dari Supplier

Sumber                  : Supplier

Media                    : Kertas.

  • b. Order pesanan

Fungsinya  : Sebagai bukti pesanan barang oleh pelanggan

Sumber                  : Pelanggan

Media                    : Kertas

  • c. Daftar Persediaan Barang

Fungsinya  : Untuk mengetahui persediaan barang.

Sumber                 : Bagian gudang.

Media kertas         : Kertas.

  • d. Daftar Pengeluaran Barang

Fungsinya  : Sebagai bukti pengeluaran barang dari gudang

Sumber                 : Bagian gudang.

Media                   : Kertas.

 

 

 

  • e. Daftar Pengiriman Barang

Fungsi                  : Sebagai bukti barang telah dikirim dari Supplier

Sumber                : Bagian Penjualan

Media                  : Kertas

 

•3.4.         Analisis Keluaran

Data dalam suatu proses penjualan, laporan sangat diperlukan sebagai suatu informasi. Untuk itu diperlukan suatu sistem pelaporan. Adapun analisis keluaran  pada CV. Bintang Selatan saat ini adalah :

  • a. Faktur Barang, Bukti pengiriman barang oleh suplier.
  • b. Faktur Order Pesanan Barang, Bukti permintaan barang oleh pelanggan.
  • c. Daftar Persediaan Barang, Untuk mengetahui persediaan barang/stok barang.
  • d. Daftar Pengeluaran Barang, Bukti pengeluaran barang dari gudang .
  • e. Daftar Pengiriman barang, bukti pengiriman barang untuk pelanggan.
  • f. Laporan Penjualan Harian, Bukti penjualan dalam satu hari.
  • g. Laporan Penjualan Bulanan, Bukti penjualan dalam satu bulan.

 

•3.5.         Analisis Proses

Transaksi penjualan yang terjadi pada CV. Bintang Selatan, selama ini dengan cara dimana seorang pelanggan/pembeli memesan atau mengorder barang pada bagian penjualan dan kemudian sistem penjualan membuat daftar kepada bagian gudang untuk mengetahui apakah barang tersebut ada atau tidak. Bagian gudang mengeluarkan daftar pengeluaran barang kepada penjualan dan kemudian bagian penjualan membuat surat perintah pengiriman barang beserta bukti/faktur penjualan. Untuk lebih jelasnya  dapat terlihat pada Diagram Kontek berikut :

 

SUPPLIER

Fktr_Brg, Brg

PELANGGAN

PIMPINAN

0

 

Sistem Informasi Penjualan

GUDANG

Bkt_PB
LAPORAN
Brg, Odr_Pes
P_brg, U
Brg, Pers_brg, Peng_brg
P_Brg, U

 
 

                                    

     

 

 

 

 
 

                                                                                                                      

 

                                                                                                                                  

                                                                                                  

                                    

 

                             

Gambar 5. Diagram Kontek Sistem Berjalan

Dari Gambar 5.  Diagram Kontek sistem sedang berjalan dapat terlihat bahwa sistem penjualan pada CV. Bintang Selatan dimulai dengan adanya pengiriman barang oleh Supplier beserta faktur barang yang nantinya Supplier akan menerima uang pembayaran sesuai dengan perjanjian dengan pihak CV. Bintang Selatan. Kemudian proses akan berlanjut ketika pelanggan memesan barang dengan membayar uang pembayaran melalui bagian penjualan. Bagian penjualan selanjutnya memberikan daftar order tersebut kebagian gudang dan pengiriman untuk dilakukan pengecekan barang sesuai dengan dengan permintaan pelanggan. Bagian gudang dan pengiriman akan memberikan daftar persediaan barang kebagian penjualan sebagai bukti berapa jumlah barang yang masih tersisa digudang. Jika pelanggan meminta akan pesanan barang diantar sampai ketempat, maka bagian penjualan akan membuat surat perintah pengiriman barang kebagian gudang dan pengiriman, yang nantinya akan diberikan kepada pelanggan beserta barang dan faktur barang. Bagian penjualan selanjutnya akan membuat laporan berdasarkan faktur-faktur tersebut untuk diserahkan kepada Pimpinan.

 

 

0

 

Sistem  Informasi Penjualan

4.0P

 

Pembuatan laporan

2.0P

 

Pencatatan order pesanan

1.0P

 

Penerimaan barang dari supplyer

3.0P

 

Permintaan barang kegudang

           

 

 

 

 

 

               

Gambar 6. Diagram Berjenjang Sistem Sedang  Berjalan

Dari gambar 6. Diagram Berjenjang  diatas dapat terlihat bahwa sistem penjualan bahan bangunan terdapat 4 proses yaitu, penerimaan barang dari Supplier, pencatatan order pesanan, permintaan barang kegudang, dan pembuatan laporan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dt_Pers_Brg
Dt_Brg_Msk
Fktr_Pjln, Brg
Odr_Psn, U_Pbyr
Dt_Pjln_Brg
Fktr_Brg, Brg

SUPPLIER

Ttb, U_Pbyr 

1.0P

 

Penerimaan barang dari supplier

D1
Daf_Brg_Msk
D2
Daf_Pjln

PELANGGAN

2.0P

 

Pencatatan order pesanan

D3
Daf_Pers_Brg
Dt_Pers_Brg

4.0P

 

Pembuatan laporan

3.0P

 

Permintaan barang kegudang

GUDANG

Dt_Ord, SPPB 
Daf_Pers_Brg, Brg,

PIMPINAN

LAPORAN
Dt_Brg_Msk
Dt-Pjln-Brg   
Dt_Brg_Msk

Dt_Ord_BrgDt_OrdFktr 
 

                                                                                         

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 7. Diagram arus Data Level 0

 

Dari gambar 7. DAD level 0 dapat terlihat dimana Supplier mengirim barang beserta faktur barang yang diterima oleh bagian penjulan.

 

 

Tabel 1. Kamus Data

No

Arus Data

Bentuk Data

Keterangan

Frekuensi

Sumber Data

Tujuan Data

1

 

 

2.

 

 

3.

 

 

4.

 

 

5.

 

 

6.

 

 

7.

 

 

8.

 

 

9.

 

 

10.

 

 

11.

 

 

 

12.

 

 

13.

 

 

 

14

 

 

15

 

 

 

 

 

Sppb  

Brg

 

 

Ord_ Psn

 

 

Fktr

 

 

Fktr-Pjln

 

 

Dt_Brg_Msk

 

 

Dt_ Pgrmn- Brg

 

Dt_Pers­_Brg

 

 

Dt_Pjln_brg

 

 

Penge_ Brg

 

 

Ttb

 

 

 

Alt Pmbyrn

 

 

Dt_ord

 

 

 

Daf Brg Msk

 

 

P_Brg

 

 

Tulis tangan

 

Barang

 

 

Tulis tangan

 

Tulis tangan

 

Tulis tangan

 

Tulis tangan

 

Tulis

tangan

 

Tulis tangan

 

Tulis tangan

 

Tulis

Tangan

 

Tulis tangan

 

 

Uang

 

 

Tulis Tangan

 

 

Tulis tangan

 

Barang

Surat perintah pengiriman barangBarang Bangunan 

Order pesanan

 

 

Faktur barang

 

 

Faktur penjualan

 

 

Data barang masuk

 

Data Pengiriman Barang

 

Data persediaan barang

 

Data Penjualan

 

 

Data pengeluaran

 

 

Tanda terima barang

 

Uang

 

 

Daftar Permintaan Barang

 

Daftar penerimaan barang

Daftar Permintaan Barang

 

Setiap terjadi pengiriman barang Setiap terjadi permintaan barang

 

Setiap terjadi permintaan barang

 

Setiap terjadi pengiriman barang dari Supplier

 

Setiap terjadi penjualan barang

 

Setiap pengiriman barang dari supplier

 

Setiap terjadi pengiriman barang

 

Setiap terjadi pengecekan barng digudang

 

Setiap terjadi transaksi penjualan

 

Setiap terjadi pengeluaran barang dari gudang

 

Setiap terjadi pengiriman barang

 

 

setiap terjadi transaksi penjualan

 

Setiap terjadi permintaan barang

 

 

Setiap terjadi pengiriman barang

 

Setiap terjadi permintaan Barang

Bagian penjualan Perusahaan/ CV

 

 

Pelanggan/ pembeli

 

Supplier

 

 

Bagian penjualan

 

Bagian penjualan

 

Bagian Gudang dan Pengiriman

 

Bagian Gudang dan Pengiriman

 

Bagian Penjualan

 

Bagian penjualan

 

Bagian pengiriman

 

 

Pelanggan/CV/p

erusahaan

 

Bagian penjualan

 

Bagian penjualan

 

Bagian Penjualan

Bagian Pengiriman Pelanggan

 

 

Bagian Penjualan

 

Bagian Penjualan

 

Bagian Penjualan

 

Pimpinan

 

 

Bagian Penjualan

 

Bagian Penjualan

 

Bagian

Keuangan

 

Bagian Gudang dan Pengiriman

Bagian penjualan

 

 

Bagian penjualan/pemasok

 

Bagian penjualan

 

Bagian penjualan

 

Bagian Penjualan

 

 

 

 

 

•3.6.         Analisis Waktu

Waktu merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi perusahaan dalam menjalani kegiatannya. Untuk itu karyawan dituntut agar dapat melaksakan tugas dengan sebaik-baiknya. Dalam kegiatannya CV. Bintang Selatan, dari proses penerimaan pesanan waktu yang dibutuhkan lima menit, sedangkan untuk proses permintaan barang kegudang sampai pengeluaran barang dari gudang dibutuhkan waktu satu jam. Untuk tahap proses pengiriman barang sampai barang atau pesanan itu diterima disesuaikan dengan jarak tempuh perjalanan. Sedangkan dalam satu hari CV. Bintang Selatan order minimal lima orang. Dengan memakai rumus dapat kita lihat seperti dibawah ini :

t              : Waktu yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan dalam satu periode tertentu.

tr             : Waktu rata-rata yang diperlukan dalam menyelesaikan satu macam kegiatan.

tp            : Waktu penyesuaian untuk satu unit kegiatan

vr            : Volume rata-rata untuk melayani pelanggan dalam 1 hari.

                  t  = ( tr + tp ) x vr

                  = ( 60 + 5 ) x 5

                  =  325 menit

                  =  5,4 Jam.

Jadi waktu yang dibutuhkan CV. Bintang Selatan untuk melayani minimal enam orang pelanggan dalam satu hari adalah 5 jam 40 menit.

            Sedangkan waktu yang dibutuhkan pihak CV. Bintang Selatan untuk menangani satu orang pelanggan, mulai dari proses penerimaan order pesanan yang membutuhkan waktu lima menit, sedangkan untuk proses permintaan barang kegudang sampai pengeluaran barang dari gudang dibutuhkan waktu 30 menit, dengan memakai rumus dapat terlihat seperti berikut :

t              : Waktu yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan dalam satu periode tertentu.

tr             : Waktu rata-rata yang diperlukan dalam menyelesaikan satu macam kegiatan.

tp            : Waktu penyesuaian untuk satu unit kegiatan

vr            : Volume rata-rata untuk melayani pelanggan dalam 1 hari.

               t  = ( tr + tp ) x vr

               t  = ( 30 + 5) x 1

                  = 35 menit

 

•3.7.         Analisis Tenaga Kerja

CV. Bintang Selatan dalam menangani kegiatan penjualan dibantu oleh tujuh Karyawan yang bertugas menangani masalah penjualan mulai dari penerimaan pesanan sampai pembuatan laporan.

Adapun tugas dari masing-masing karyawan adalah :

  • a. Empat orang dibagian Gudang dan pengiriman yang bertugas mengontrol dan mengecek persediaan barang dan mengeluarkan barang dari gudang sewaktu ada permintaan dari bagian penjualan, mengantar atau mengirim barang kepada pelanggan.
  • b. Tiga orang dibagian Penjualan, terdiri dari seorang kasir, yang bertugas menangani semua kegiatan penjualan dan pembuatan laporan.

 

•3.8.         Analisis Biaya

Untuk kelangsungan perusahaan, CV. Bintang Selatan membutuhkan biaya yang besar. Dalam pengolahan sistem penjualan biaya yang digunakan dapat terlihat pada tabel 2 berikut ini.

 

Tabel 2. Rincian biaya sistem berjalan

No

Peralatan

Jumlah

Rp

Penggadaan

Total

biaya

 Sekali Perbulan 3 Bulan pertahun
1. Komputer  P4 

1 unit

5.000.000

5.000.000

-

-

-

2. Biaya perawatan 

-

50.000

-

-

50.000

600.000

3. Printer Canon IP 1200 

1 unit

500.000

500.000

-

-

-

4. Tinta Printer 

1ktk

50.000

-

50.000

-

600.000

5. Kertas HVS 

1 rim

25.000

-

25.000

-

300.000

6. ATK 

-

50.000

-

50.000

-

600.000

 

7 LAPTOP

1 Unit

9.000.000

9.000.000

 

 

 

 

Total Biaya

 

14.500.000

125.000

50.000

2.100.000

 

 

BAB V

PENUTUP

 

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis sistem  dilaksanakan pada CV. Bintang Selatan maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa, dari hasil yang didapat bahwa penggunaan sistem informasi komputerisasi yang penulis ajukan kiranya dapat mempermudah pihak perusahaan khususnya bagian penjualan dalam menyelesaikan tugas-tugasnya antara lain :

  • a. Mempermudah dalam mengentry data penjualan.
  • b. Mempercepat pencarian data barang dan penjualan
  • c. Memperkecil kemungkinan terjadi kesalahan dalam proses penjualan.
  • d. Data-data akan mudah disimpan aman dalam media penyimpanan.
  • e. Mempermudah dalam pembuatan laporan.

 

  • 5.2 Saran-Saran

Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam proses pengolahan data penjualan bahan bangunan, penulis memberikan saran yang mungkin dapat dijadikan bahan pertimbangan dimasa yang akan dating antara lain :

  • a. Agar data yang telah didprogram lebih terjamin maka untuk menghindari kemungkinan penggunaan dan pembukaan data oleh orang yang tidak berkepentingan maka sebaiknya diberikan password sendiri oleh pihak CV. Bintang Selatan untuk operator atau yang bertugas mengolah data.
  • b. Perlu kiranya sistem yang lama menjadi sistem yang baru (komputerisasi), sehingga informasi yang dibutuhkan dapat disajikan tepat pada waktunya.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Amirin, dkk (1992), Pokok – Pokok Teori Sistem, Rajawali   Persada.

Davis, B. Gordon, (1995) Kerangka dasar Sistem Informasi Manajemen ,Jakarta : LPPM dan PT. Pustaka Binama Pressindo

 

 Lucas(1987), Analisis Desain Implementasi Sistem Informasi, Erlanggan, Jakarta.

 

Jogiyanto, HM (1995), Analisa Dan sistem Informasi Manajemen Pendekatan Terstruktur, Teori Dan Aplikasi Bisnis, Edisi Keempat, Andi Offset, Yogyakarta.

 

                           (1999), Pengenalan Komputer, Andi Ofset Yokyakarta.

 

Murdik  G Robert (1990), Sistem Informasi Untuk Manajemen Modern, Edisi Pertama, Erlanggan, Jakarta.

 

Mockijat, (1991), Pengantar Sistem Imfomasi, BPFE, Yokyakarta.

 

Paul Presston (1994), Manajemen Penjualan, PT. Media Komputindo, Jakarta.

Razali, (1992), Sistem Informasi Manajemen, Bagian I, Darussalam Banda Aceh.

 

 

 

 

About these ads

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s